Tampilkan postingan dengan label LINGKUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LINGKUNGAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 April 2012

Posted by Unknown On 4/06/2012 09:26:00 PM
Aryan El Haytham
Think Globally, Act Locally


 Isu Global Warming dan Climate Change bukan lagi sekedar isapan jempol belaka, tapi sudah menunjukan bentuk & wujud yang sebenarnya kehadapan umat manusia di bumi dengan semakin tidak nyamannya bumi sebagai tempat tinggal ataupun hunian makhluk hidup. Berbagai fenomena alam yang cenderung mengalami penyimpangan (anomali) akhir-akhir ini seperti iklim yang kacau, panas yang Ekstrim berkepanjangan, intensitas curah hujan yang kelewat tinggi diluar normal, banjir, angin ribut, puting beliung, banyak dikaitkan dengan isu pemanasan global tersebut.

Selasa, 20 Desember 2011

Posted by Unknown On 12/20/2011 07:52:00 PM

  (Alfiyan N. P. Pikoli)
Strong Anthropocentrism.
Antroposentrisme menggambarkan kecenderungan manusia untuk menganggap dirinya sebagai entitas pusat dan yang paling penting di alam semesta, atau penilaian realitas melalui perspektif eksklusif manusia. Pandangan antroposentris beranggapan bahwa kehidupan tidak berpusat pada Tuhan tapi pada manusia. Etosnya adalah semangat menghargai nilai-nilai yang dibangun oleh manusia sendiri. Peradaban antroposentris menjadikan manusia sebagai tolok ukur kebenaran dan kepalsuan, untuk memakai manusia sebagai kriteria keindahan dan untuk memberikan nilai penting pada bagian kehidupan yang menjanjikan kekuasaan dan kesenangan manusia. Sebuah tesis tentang Strong Anthropocentrism berpendapat bahwa manusia berada di tengah realitas dan itu adalah hak bagi mereka untuk begitu. Weak Anthropocentrism, berpendapat bahwa realitas hanya dapat ditafsirkan dari sudut pandang manusia, sehingga manusia harus menjadi pusat realitas sebagaimana yang mereka lihat.